NARASI POLITIK – LUWU TIMUR, Seruan Kedamaian dan Pernyataan Sikap Ketua IPMA Lutim Andika Pratama. Pesan itu disampaikan dalam menjelang hari jadi Kab. Luwu Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menyikapi perkembangan dinamika sosial dan politik yang terjadi akhir-akhir ini, baik di wilayah Kab. Luwu Timur maupun secara nasional.
Adapun pernyataan sikap Ketua IPMA Lutim berisi enam poin penting. Berikut naskah lengkap pernyataan sikap tersebut:
Saya Ketua IPMA Lutim Andika Pratama dengan penuh rasa tanggung jawab moral, kebangsaan, dan kemanusian, menyampaikan sikap sebagai berikut:
- Menyerukan Ketenangan dan Kebijaksanaan
Kami mengimbau masyarakat Luwu Timur, khususnya pemuda dan mahasiswa, agar tetap tenang, menahan diri, serta tidak terprovokasi oleh ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, atau berita yang belum jelas kebenarannya. Kondisi damai dan tertib adalah modal utama menjaga kehidupan bersama. - Mengingatkan Bahaya Benturan Adu Domba
Kami menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap segala bentuk upaya adu domba antaragama, antarsuku, maupun antargolongan, serta benturan antara mayarakat dan aparat keamanan. Aspirasi dan pendapat hendaknya disampaikan dalam bingkai kebenaran, kasih, dan keadilan. Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai diperalat untuk merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Luwu Timur. - Menolak Kekerasan dan Anarkisme
Kami menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkisme, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan kekerasan yang mencederai ajaran agama dan nilai luhur bangsa. Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi, namun harus diwujudkan dengan cara damai, bermartabat, dan beradab demi menjaga kehormatan rakyat dan bangsa. - Mengajak Pemimpin dan Aparat Bertindak Adil dan Bijaksana
Kami mengimbau seluruh pemimpin eksekutif, legislatif, yudikatif, serta aparat keamanan untuk mendengar aspirasi rakyat dengan hati yang bijaksana dan penuh welas asih. Kepemimpinan tidak boleh digunakan untuk kepentingan kelompok semata, melainkan harus berpihak pada rakyat kecil yang lemah dan terpinggirkan. Kami mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan tidak bertindak berlebihan, serta mengedepankan dialog serta mediasi dalam menangani situasi yang berkembang. - Memperkuat Persatuan dan Solidaritas Lintas Iman
Kami mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa di Luwu Timur untuk memperkokoh persatuan, toleransi, dan solidaritas. Hanya dengan kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan, kita dapat menjaga Luwu Timur tetap rukun, tenteram, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kami berharap peristiwa ini menjadi cermin bagi para pemimpin bangsa untuk melakukan evaluasi dan refleksi bersama, agar mampu menjalankan kepemimpinan yang adil, tulus, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Dengan kepemimpinan yang berbelarasa dan berkeadilan, masyarakat akan merasakan hadirnya negara yang mengayomi, melindungi, serta menghadirkan kedamaian.
“Sebagai kader mahasiswa dari Luwu Timur, kami meyakini menjaga Indonesia adalah bagian dari ibadah dan pengabdian. Maka kita kuatkan persaudaraan lintas agama, saling merangkul dalam kebersamaan, dan terus bekerja sama dalam menegakkan persatuan dan kesatuan, serta (mewujudkan) kesejahteraan masyarakat


